Kamis, 24 Maret 2011

MODEL PENILIAN KELAS
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
TAMAN KANAK-KANAK
PUSAT KURIKULUM
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2006

Daftar Isi

Halaman

Bab I PENDAHULUAN
2

A. Latar Belakang
2

B. Tujuan
2

C. Ruang Lingkup
3

D. Sasaran Pengguna Pedoman
3

Bab II KONSEP DASAR PENILAIAN
4

A. Pengertian Penilaian Kelas
4

B.
Manfaat Penilaian Kelas 4

C. Prinsip-prinsip Penilaian Kelas
5

D. Rambu-Rambu Penilaian Kelas
5

Bab III PROSES PENILAIAN

A. Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar,
6
Indikator dan Teknik Penilaian

B. Teknik Penilaian
10

C. Cara Penilaian
14

D. Langkah-Langkah Penilaian
14

Bab IV PELAPORAN HASIL PENILAIAN

A.
Pengertian 17

B.
Bentuk Pelaporan 17

C. Teknik Melaporkan Hasil Penilaian 17
Lampiran 18-30

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 menyatakan
bahawa Pendidikan Nasional bertujauan untuk mengembangkan potensi peserta
didik agar mejadi manusia yang beriman dan bertakwa keada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Taman Kanak-kanak
(TK) sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan usia dini pada jalur
pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudlatus Athfal (RA)
atau bentuk lain yang sederajat.

Dengan diberlakukannya Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi),
membawa implikasi terhadap model pendekatan pembelajaran dan teknik
penilaian. Penilaian terdiri atas penilaian eksternal dan penilaian internal.
Penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak lain yang
tidak melaksanakan proses pembelajaran dan dilakukan oleh suatu lembaga,
baik dalam maupun luar negeri dimaksudkan antara lain untuk pengendali
mutu. Sedangkan penilaian internal adalah penilaian yang direncanakan dan
dilakukan oleh guru pada saat proses belajar mengajar berlangsung untuk
menjaminan mutu pembelajaran.

Penilaian internal (internal assessment) yang dilakukan guru terhadap hasil
belajar anak bertujuan untuk menilai tingkat pencapaian kompetensi anak yang
dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung dan akhir
pembelajaran.

Penilaian hasil belajar anak dilakukan oleh guru untuk memantau proses,
kemajuan, perkembangan hasil belajar anak sesuai dengan potensi yang dimiliki
dan kemampuan yang diharapkan secara berkesinambungan. Penilaian juga
dapat memberikan umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan
perencanaan dan proses pembelajaran.

Penyusunan perencanaan, pelaksanaan proses, dan penilaian merupakan
rangkaian program pendidikan yang utuh, dan merupakan satu kesatuan yang
tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Untuk itu, perlu ada model
penilaian yang dapat dijadikan sebagai salah satu acuan atau referensi oleh
guru dan penyelenggara TK.

B.
Tujuan
Pedoman Penilaian Kelas ini bertujuan untuk :

1. Memberikan orientasi baru tentang Penilaian
Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan.
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


2. Memberikan
wawasan secara umum tentang konsep penilaian yang
dilaksanakan pada tingkat kelas.
3. Memberikan rambu-rambu penilaian kelas.
4. Memberikan prinsip-prinsip pengolahan dan pelaporan hasil penilaian.
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup terdiri dari ruang lingkup pedoman dan ruang lingkup penilaian.
Ruang lingkup pedoman ini meliputi konsep dasar penilaian kelas, teknik
penilaian, pengelolaan hasil penilaian, serta pemanfaatan dan pelaporan hasil
penilaian. Sedangkan ruang lingkup penilaian mencakup dua bidang
pengembangan, sebagai berikut:

1. Bidang pengembangan pembiasaan meliputi nilai-nilai agama, moral, sosial
emosional, dan kemandirian.
2. Bidang pengembangan kemampuan dasar meliputi kemampuan berbahasa,
kognitif, fisik/motorik, dan seni.
D. Sasaran Pengguna Pedoman
Pedoman ini diperuntukkan bagi pihak-pihak berikut :


Para guru di sekolah untuk menyusun program penilaian di kelas.

Pelaksana pengawas pendidikan (pengawas dan kepala sekolah) untuk
merancang program supervisi pendidikan di sekolah.

Instansi terkait di daerah yang membuat kebijakan dalam penilaian kelas
yang seharusnya dilakukan di sekolah.
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


BAB II
KONSEP DASAR PENILAIAN


A. Pengertian Penilaian Kelas
Penilaian adalah suatu usaha mengumpulkan dan menafsirkan berbagai
informasi secara sistematis, berkala, berkelanjutan, menyeluruh tentang proses
dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh
anakmelalui pembelajaran dan menginterpretasi informasi tersebut untuk
membuat keputusan-keputusan.

Penilaian dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, pengumpulan
informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar
anak didik, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar anak
didik. Penilaian di Taman Kanak-kanak (TK) dilaksanakan melalui berbagai cara,
seperti penilaian hasil kerja anak melalui kumpulan hasil kerja/karya
anak(portfolio), penilaian produk, penilaian proyek dan penilaian unjuk kerja
(performance) anak didik.

Penilaian tidak hanya dilakukan di dalam kelas tetapi juga di luar kelas secara
formal dan informal, atau dilakukan secara khusus. Penilaian dilakukan secara
terpadu dengan kegiatan belajar mengajar. Data yang diperoleh guru selama
pembelajaran berlangsung dapat dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur
dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang akan
dinilai.

B.
Manfaat Penilaian Kelas
Manfaat penilaian adalah sebagai berikut:

1.
Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian kompetensi anak yang
berkaitan dengan bidang pengembangan pembiasaan dan bidang
pengembangan kemampuan dasar.
2.
Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki program dan
kegiatan pembelajaran.
3.
Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan
terhadap perrtumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
4.
Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam
kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
4. Memberikan
informasi kepada orang tua tentang pertumbuhan dan
perkembangan yang telah dicapai oleh anak sebagai bentuk pertanggung-
jawaban TK.
5. Sebagai informasi bagi orang tua untuk melaksanakan pendidikan keluarga
yang sesuai dan berkesinambungan dengan proses pembelajaran di TK.
6.
Sebagai bahan masukan bagi berbagai pihak dalam rangka pembinaan
selanjutnya terhadap anak didik.
7. Menemukan
kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa
dikembangkan anak.
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


8. Sebagai alat untuk mendiagnosis dan menentukan
perlakuan (treatment)
yang sesuai untuk anak, serta membantu guru menentukan apakah
seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan.
C. Prinsip-prinsip Penilaian Kelas
1.
Sistematis
Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram dengan baik, dan
dilakukan secara terpadu antara kegiatan belajar mengajar dan penilaian.

2.
Menyeluruh
Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh mencakup semua aspek
perkembangan anak baik moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional,
kemandirian, kognitif, fisik/motorik, bahasa, dan seni. Penilaian harus
menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi
anak, sehingga tergambar profil kompetensi anak

3. Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk
memperoleh gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak didik
dalam kurun waktu tertentu.

4.
Obyektif
Penilaian dilakukan terhadap semua aspek perkembangan sebagaimana
adanya, harus bersifat adil, dan harus mempertimbangkan berbagai
kebutuhan khusus anak.

5.
Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi,
mengembangkan dan membina anakagar tumbuh dan berkembang secara
optimal.

6.
Kebermaknaan
Hasil penilaian harus mempunyai arti dan bermanfaat bagi guru, orang tua,
anak didik, dan pihak lain.

D. Rambu-Rambu Penilaian Kelas
Dalam melaksanakan penilaian, guru sebaiknya:


Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.

Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian
sebagai cermin diri.

Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran untuk
menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar anak.

Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus anak.

Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam
pengamatan kegiatan belajar anak.

Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat
dilakukan dengan cara tertulis, lisan, produk portofolio, unjuk kerja,
proyek, dan tingkah laku.
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


BAB III
TEKNIK PENILAIAN


Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang
perkembangan dan pertumbuhan anak di TK. Teknik mengumpulkan informasi
tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan perkembangan dan
pertumbuhan anak berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang
harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikatorindikator
pencapaian hasil belajar yang memuat berbagai aspek perkembangan.
Indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan
untuk melakukan penilaian menggunakan alat dan cara penilaian serta serangkaian
prosedur.

A. Pemetaan Standar Kompetensi,
Kompetensi Dasar, Indikator dan Teknik
Penilaian
Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru dalam
menentukan teknik penilaian.

Berikut Contoh pemetaan berikut ini untuk bidang pengembangan yang ada
pada kelompok A.

Kompetensi
Dasar Hasil Belajar Indikator
Bidang
Pengemba
ngan
Teknik Penilaian
Unjuk
kerja
ProdukPerilaku/
sikapPortofolio
Anak mampu
mengucapkan
doa/lagu-lagu
keagamaan,
meniru gerakan
beribadah dan
mengikuti
aturan, serta
belajar
berperilaku baik
dan sopan bila
diingatkan.
Dapat berdoa
dan
menyanyikan
lagu-lagu
keagamaan
secara
sederhana
Berdoa sebelum dan sesudah
melaksanakan kegiatan
Moral dan
nilai-nilai
Agama,
Sosial,
Emosional
dan
Kemandiri
an
V -V -
Menyanyikan lagu-lagu keagamaan yang
sederhana
V -V -
Anak mampu
berinteraksi
mulai dapat
mengendalikan
emosinya, mulai
menunjukkan
rasa percaya diri
dan mulai dapat
menjaga diri
sendiri
Dapat mengenal
bermacammacam
agama
Menyebutkan tempat-tempat ibadah V ---
Menyebutkan hari-hari besar agama V ---
Mengenal
ibadah secara
sederhana
menurut
keyakinannya
Meniru kegiatan ibadah secara sederhana V -V -
Menyebutkan waktu beribadah V ---

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006

6


Kompetensi
Dasar Hasil Belajar Indikator
Bidang
Pengemba
ngan
Teknik Penilaian
Unjuk kerja
ProdukPerilaku/
sikapPortofolio
Mengenal dan
menyayangi
ciptaan Tuhan
Menyebutkan ciptaan-ciptaan Tuhan.
Misal: manusia, bumi, langit, tananam,
hewan, dll.
V --
Memiliki sopan
santun
Tidak mengganggu teman yang sedang
melakukan kegiatan/ melaksanakan
ibadah
--
Meminta tolong dengan baik --
Mengucapkan salam ---
Selalu bersikap ramah ---
Berbahasa
Anak dapat
berkomunikasi
secara lisan,
memiliki
perbendaharaan
kata dan
mengenal
simbol-simbol.
Dapat
mendengarkan
dan
membedakan
bunyi/suara dan
mengucapkanny
a
Menyebutkan berbagai bunyi/suara
tertentu V
Menirukan kembali 3-4 urutan kata V
Menyebutkan kata-kata yang mempunyai
suku kata awal yang sama. Misal kakikali
atau suku kata akhir yang sama.
Misalnya: nama-sama, dll.
V -V
Dapat
mendengarkan
dan memahami
kalimat
sederhana
Melakukan 2-3 perintah secara sederhana V -
Mendengarkan cerita dan menceritakan
kembali isi cerita secara sederhana
V -
Dapat
berkomunikasi/
berbicara
secara lisan
Menyebutkan nama diri, nama orang tua,
jenis kelamin, alamat rumah secara
sederhana
V -
Menceritakan pengalaman/kejadian
secara sederhana
V --
Menjawab pertanyaan tentang
keterangan/ informasi secara sederhana
V ---
Memperkaya
kosa kata yang
diperlukan
untuk
berkomunikasi
sehari-hari
meliputi kata
benda, kata
kerja, kata
sifat, kata
keterangan
waktu
Bercerita menggunakan kata ganti aku,
saya.
---
Menunjukkan gerakan-gerakan, misalnya:
duduk, jongkok, berlari, makan,
melompat, menangis, senang, sedih, dll.
V ---
Menyebutkan posisi/keterangan tempat.
Misal: di luar, di dalam, di atas, di bawah,
di depan, di belakang, di kiri, di kanan,
dsb.
V ---
Menyebutkan waktu (pagi, siang, malam) V ---
Dapat mengenal
bentuk-bentuk
simbol
sederhana (pra
menulis)
Membuat berbagai macam coretan V --V
Membuat gambar dan coretan (tulisan)
tentang cerita mengenai gambar yang
dibuatnya
-V -V
Dapat
menceritakan
gambar (pra
membaca)
Bercerita tentang gambar yang
disediakan atau yang dibuat sendiri V --V
Mengurutkan dan menceritakan isi gambar
seri sederhana (3-4 gambar) V ---
Menghubungkan gambar/ benda dengan
kata V ---

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006

7


Kompetensi
Dasar Hasil Belajar Indikator
Bidang
Pengemba
ngan
Teknik Penilaian
Unjuk kerja
ProdukPerilaku/
sikapPortofolio
Mengenal bahwa
ada hubungan
antara bahasa
lisan dengan
tulisan (pra
membaca)
Membaca gambar yang memiliki
kata/kalimat sederhana V --V
Menceritakan isi buku walaupun tidak
sama tulisan dengan yang diungkapkan V --V
Menghubungkan tulisan sederhana dengan
simbol yang melambangkannya V V -V
Anak mampu
mengenal dan
memahami
berbagai konsep
sederhana dalam
kehidupan
sehari-hari.
Anak dapat
mengenali
benda di
sekitarnya
menurut
bentuk, jenis
dan ukuran
Mengelompokkan benda dengan berbagai
cara yang diketahui anak. Misalnya:
menurut warna, bentuk, ukuran, jenis,
dll.
Kognitif V -V
Menunjuk sebanyak-banyaknya benda,
hewan, tanaman, yang mempunyai
warna, bentuk ukuran, atau menurut ciriciri
tertentu
v -V
Mengenal kasar-halus, berat-ringan,
panjang-pendek, jauh-dekat, banyak sedikit,
sama - tidak sama
V
-
V
Memasangkan benda sesuai dengan
pasangannya V V
Anak dapat
mengenal
konsep-konsep
IPA sederhana
Mencoba dan menceritakan apa yang
terjadi jika: warna dicampur, proses
pertumbuhan tanaman (biji-bijian,
umbi-umbian, batang-batangan), balon
ditiup lalu dilepaskan, benda-benda
dimasukkan ke dalam air (terapung,
melayang, tenggelam), benda-benda
yang dijatuhkan (gravitasi), percobaan
dengan magnit, mengamati dengan kaca
pembesar, mencoba dan membedakan
bermacam-macam rasa, bau dan suara
V V
Anak dapat
mengenal
bilangan
Membilang/menyebut urutan bilangan
dari 1 sampai 10 V
Membilang dengan menunjuk benda
(mengenal konsep bilangan dengan
benda-benda) sampai 5
V V
Menunjukkan urutan jumlah benda V
Menghubungkan / memasangkan lambang
bilangan dengan benda-benda sampai 5
(anak tidak disuruh menulis)
V
Menunjuk 2 kumpulan benda yang sama
jumlahnya, yang tidak sama, lebih banyak
dan lebih sedikit
V
Menyebutkan kembali benda-benda yang
baru dilihatnya V
Anak dapat
mengenal
bentuk
geometri
Menyebut dan menunjukkan bentukbentuk
geometri V
Mengelompokkan bentuk-bentuk geometri
(lingkaran, segitiga, segiempat) V V
Menyebutkan dan menunjuk benda-benda
yang berbentuk geometri V
Anak dapat
memecahkan
masalah
sederhana
Mengerjakan “maze” (mencari jejak)
yang sederhana V V
Menyusun kepingan puzzel menjadi
bentuk utuh (4 – 6 keeping) V V
Anak dapat
mengenal
ukuran
Mengukur panjang misal: dengan langkah,
jengkal dan penggaris V
Menimbang benda dengan timbangan
buatan V
Mengisi wadah dengan air, pasir, bijibijian,
beras, dll. V

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


Kompetensi
Dasar Hasil Belajar Indikator
Bidang
Pengemba
ngan
Teknik Penilaian
Unjuk kerja
ProdukPerilaku/
sikapPortofolio
Anak dapat
mengenal
konsep waktu
Menyatakan dan membedakan waktu
(pagi, siang, malam) V
Mengetahui nama-nama hari dalam satu
minggu, nama bulan, dalam tahun V
Anak dapaat
mengenal
konsep-konsep
matematika
sederhana
Menyebutkan hasil penambahan
(menggabungkan 2 kumpulan benda) dan
pengurangan (memisahkan kumpulan
benda) dengan benda sampai 5
V V
Memperkirakan urutan berikutnya setelah
melihat bentuk 2 pola yang berurutan.
Misal merah, putih, merah, putih, merah,
…..
V V
Anak mampu
melakukan
gerakan tubuh
secara
terkoordinasi
dalam rangka
kelenturan,
keseimbangan,
dan kelincahan
dan
keseimbangan.
Dapat
menggerakkan
jari tangan
untuk
kelenturan otot
dan koordinasi
Membuat berbagai bentuk dengan
menggunakan plastisin,
playdough/tanah liat
Fisik/Moto
rik V
Menjiplak dan meniru membuat garis
tegak, datar, miring, lengkung dan
lingkaran
V V
Meniru melipat kertas sederhana (1 – 6
lipatan) V V
Menjahit jelujur 10 lubang dengan tali
sepatu V V
Menggunting bebas V V
Merobek bebas V V
Menyusun menara dari kubus minimal 8
kubus V
Membuat lingkaran dan segi empat V V
Memegang pensil (belum sempurna) V
Dapat
menggerakkan
lengannya untuk
kelenturan otot
dan koordinasi
Menangkap dan melempar bola besar dari
jarak kira-kira 1 -2 meter
V
Memantulkan bola besar (diam di tempat) V
Memantulkan bola besar sambil
berjalan/bergerak
V
Melambungkan dan menangkap kantong
biji V
Dapat
menggerakkan
badan dan kaki
dalam rangka
keseimbangan,
dan koordinasi.
Berjalan maju pada garis lurus V
Berjalan di atas papan titian V
Berjalan berjinjit V
Berjalan mundur dan kesamping pada
garis lurus sejauh 1–2 meter
V
Meloncat dari ketinggian 20-30 cm V
Memanjat dan bergantung V
Berdiri di atas satu kaki selama 10 detik V
Berlari sambil melompat V
Menendang bola dengan terarah V
Merayap dan merangkak lurus ke depan V
Bermain dengan simpai (bebas, melompat
dalam simpai, merangkak dalam
terowongan dari simpai, dll.)
V V
Menirukan berbagai gerakan
binatang/hewan
V
Menirukan gerakan tanaman yang terkena
angin (sepoi-sepoi dan angin kencang) V
Naik sepeda roda dua (belum seimbang)


(Sticky Note comment SEMBILAN
3/24/2011 4:06:20 PM
blank)
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006

9


Kompetensi
Dasar Hasil Belajar Indikator
Bidang
Pengemba
ngan
Teknik Penilaian
Unjuk kerja
ProdukPerilaku/
sikapPortofolio
Anak
mampumengeks
presikan diri
dengan
menggunakan
berbagai
media/bahan
dalam berkarya
seni melalui
kegiatan
eksplorasi
Dapat
menggambar
sederhana
Menggambar bebas dengan berbagai
media (pensil warna, krayon, arang, dll)
Seni
V V
Menggambar bebas dari bentuk lingkaran
dan segi empat V V
Menggambar orang dengan lengkap dan
sederhana (belum proporsional) V V
Stempel/mencetak dengan berbagai
media (pelepah pisang, batang pepaya,
karet busa, dll.)
V V
Dapat mewarnai
sederhana
Mewarnai bentuk gambar sederhana V V
Mewarnai bentuk-bentuk geometri dengan
ukuran besar V V
Dapat
menciptakan
sesuatu dengan
berbagai media
Meronce dengan manik-manik
V
Mencipta 2 bentuk bangunan dari balok V
Mencipta 2 bentuk dari kepingan bentuk
geometri V V
Mencipta bentuk dengan lidi V V
Menganyam dengan kertas V V
Membantik dan jumputan V V
Mencocok dengan pola buatan guru V V
Permainan warna dengan berbagai media.
Misalnya: krayon, cat air, dll. V V
Melukis dengan jari (finger painting) V V
Membuat bunyi-bunyian dengan berbagai
alat V
Bertepuk tangan dengan 2 pola V
Dapat
mengekspresika
n diri dalam
bentuk gerak
sederhana
Menggerakkan kepala, tangan atau kaki
sesuai dengan irama musik/ritmik V
Mengekspresikan diri secara bebas sesuai
irama musik
V
Mengekspresikan diri dalam gerak
bervariasi
V
Dapat menyanyi
dan memainkan
alat musik
sederhana
Menyanyi 15 lagu anak-anak V
Bermain dengan berbagai alat musik
perkusi sederhana
V
Dapat
menampilkan
sajak sederhana
Mengucapkan sajak dengan ekspresi V
Mengucapkann syair dari berbagai lagu V

Catatan:
Pemetaan teknik penilaian seperti contoh di atas, dapat disatukan dengan
silabus, yaitu dengan mencantumkan teknik penilaian pada salah satu kolom di
silabus.


B. Teknik Penilaian
1. Unjuk Kerja (Performance)
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan
mengamati kegiatan anak dalam melakukan sesuatu, misalnya praktek
menyanyi, olah raga, bermain peran, memperagakan seni. Penilaian unjuk
kerja perlu mempertimbangkan aspek –aspek yang diamati agar dapat
dinilai.

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006

10


Teknik penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan alat
atau format instrumen daftar cek atau skala penilaian.

Contoh Penilaian Kinerja Bidang Pengembangan PEMBIASAAN:
Pada indikator “Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan
kegiatan”


a. Dengan menggunakan daftar cek
Format Penilaian Berdoa

 Nama: …….

Nama anak
Aspek yang dinilai jumlah
yang
diperoleh
Keberanian Pengucapan
benar
Hafal Mimik baik

V O •
v O •
v O •
v O

b. Dengan menggunakan skala penilaian
Format Penilaian Menyanyi
Kelompok : ………………..

Nama anak
Aspek yang dinilai
Ani Susi Dini Ari Dst…
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Keberanian
2. Berdiri sempurna
3. Pengucapan benar
4. Hafal lagu
5. Irama/nada benar
6. Mimik baik

Penjelasan:
Penilaian 1,2,3,dan 4, menunjukan tingkatan nilai yang diperoleh
1 = belum berkembang
2 = sudah berkembang
3 = berkembang
4 = memiliki bakat khusus

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006

11


Jika seorang anak memperoleh skor 24 dapat ditetapkan ”memiliki bakat
khusus dalam bernyanyi”.

2. Hasil Karya (Product)
Hasil karya adalah hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan dapat
berupa pekerjaan tangan atau karya seni. Penilaian hasil karya anak tidak
diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya.

Contoh format penilaian Produk :

Contoh Penilaian Produk Bidang Pengembangan FISIK MOTORIK
Pada indicator “Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin,
playdoch, tanah liat”


Dengan menggunakan daftar cek


Format Penilaian Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan
plastisin, playdoch, tanah liat


Nama
anak
Aspek yang dinilai jumlah yang diperoleh
Ide Bentuk Kerapian
Ani •
v O •
v O •
v O

3. Penilaian Sikap
a. Pengertian
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan
kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga
sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh
seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadinya perilaku atau
tindakan yang diinginkan.

Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif.
Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau
penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah
kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun
komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat
dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


b. Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan observasi perilaku

Observasi perilaku

Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan
seseorang dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi
dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi.
Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik
yang dibinanya. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik
dalam pembinaan.

Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan
buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta
didik selama di sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian.

Contoh halaman sampul Buku Catatan Harian:

Contoh isi Buku Catatan Harian :

No. Hari/ Tanggal Nama peserta didik Kejadian (positif
atau negatif)
Tindak Lanjut

Catatan dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk
merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula
untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam
penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.

4.
Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan
pada kumpulan informasi dan hasil percobaan/proses dalam bentuk diskripsi
baik berupa gambar atau tulisan sederhana yang dibuat anak. Kumpulan hasil
selama satu periode dianalisis/dikaji untuk mengetahui tingkat
perkembangan kemampuan anak berdasarkan kompetensi/indikator yang
telah ditetapkan.

Data berupa hasil karya anak, untuk memperoleh kesimpulan tentang
gambaran akhir perkembangan anak. Penilaian jenis ini akan dapat
mendeteksi setiap kemajuan yang diperoleh anak dari waktu ke waktu.

Penilain Porto folio dapat digunakan untuk bidang pengembangan
pembiasaan dan bidang pengembangan kemampuan dasar.

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


5. Penugasan (Project)
Penugasan merupakan cara penilaian berupa pemberian tugas yang harus
dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun
kelompok. Misalnya melakukan percobaan menanam biji.

C. Cara Penilaian
1. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan (Observasi) adalah cara pengumpulan data untuk memperoleh
informasi melalui pengamatan langsung terhadap bidang pengembangan
pembiasaan (agama, moral, sosial emosional, dan kemandirian) dan bidang
pengembangan kemampuan dasar (kemampuan berbahasa, kognitif,
fisik/motorik, dan seni) yang dilakukan sehari-hari secara terus menerus.
Agar observasi lebih terarah maka diperlukan buku bantu atau kertas
catatan yang dikembangkan oleh guru untuk mencatat hal-hal yang dianggap
dianggap perlu dan yang dituangkan dalam Satuan Kegiatan Harian (contoh
penilaian dalam SKH, lihat lampiran).

2. Catatan Anekdot (Anecdotal Record)
Catatan anekdot adalah catatan tentang sikap dan perilaku anak secara
khusus yang terjadi pada anak secara insidental/tiba-tiba atau dalam situasi
tertentu.

Contoh Format Catatan Anekdot
FORMAT CATATAN ANEKDOT
ANAK DI TK
Kelompok :
Semester :
Tahun pelajaran :


Tanggal Nama
Anak
Peristiwa Tafsiran
permasalahan
Tindak lnjut dan
Pemecahan

Jakarta, 2006
Guru TK

D. Langkah-Langkah Penilaian
1.
Menentukan jenis penilaian untuk setiap indikator yang rumuskan di dalam
silabus.
2.
Penilaian dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran.
3.
Acuan yang digunakan dalam melaksanaan penilaian sehari-hari kompetensi
yang tertuang pada satuan kegiatan harian (SKH) untuk setiap anak.
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


4.
Hal-hal dan cara pencatatan hasil penilaian harian dilaksanakan dengan cara
sebagai berikut:
a.
Catatlah hasil penilaian perkembangan anak pada kolom penilaian di
satuan kegiatan harian (SKH). Ada tiga kelompok anak yang perlu
dicatat, kelompok pertama, yaitu: anak yang belum mencapai atau
melakukan/menyelesaikan pekerjaan masih selalu dibantu guru,
kelompok kedua, yaitu: anak yang sudah atau mampu
melakukan/menyelesaikan tugas tanpa bantuan guru secara tepat,
cepat, dan benar, dan kelompok ketiga, yaitu: anak yang menunjukkan
kemampuan melebihi indikator-indikator yang diharapkan dalam SKH.
b. Simbol yang digunakan untuk mencatat tingkat pencapaian anak untuk
setiap indikator adalah sebagai berikut:

Anak yang selalu dibantu guru dalam melakukan/menyelesaikan
tugas-tugas sesuai indikator seperti yang diharapkan dalam SKH,
maka pada kolom penilaian dituliskan tanda lingkaran kosong (O)
pada nama anak bersangkutan.

Anak yang sudah atau mampu melakukan/menyelesaikan tugas tanpa
bantuan guru secara tepat, cepat, dan benar sesuai dengan indikator
seperti yang diharapkan dalam SKH, maka pada kolom tersebut
dituliskan nama anak dan tanda lingkaran berisi penuh (•).

Anak yang menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang
tertuang dalam SKH, diberi dengan tanda cek (V).
5.
Hasil catatan penilaian yang ada dalam satuan kegiatan harian (SKH)
dirangkum dan dipindahkan ke dalam format rangkuman penilaian
perkembangan anak di TK.
a.
Apabila hasil penilaian perkembangan anak dalam 1 (satu) bulan pada
SKH lebih cenderung memperoleh bulatan penuh maka hasilnya akan
dipindahkan bulatan penuh pada rangkuman bulanan. Dan pada kolom
keterangan ditampilkan jenis kegiatan pengayaan yang sesuai untuk anak
bersangkutan.
b. Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 (satu) bulan
pada SKH lebih cenderung memperoleh bulatan kosing maka hasilnya
akan dipindahkan bulatan kosong pada rangkuman bulanan. Dan pada
kolom keterangan ditampilkan jenis kegiatan remedial yang sesuai untuk
anak bersangkutan.
c. Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 (satu) bulan
pada SKH lebih cenderung seimbang perolehan bulatan penuh dan
bulatan kosong, maka hasilnya berupa tanda cek yang kemudian
dipindahkan ke rangkuman bulanan. Dan pada kolom keterangan
ditampilkan jenis kegiatan remedial dan pengayaan yang sesuai untuk
anak bersangkutan.
d. Data dari buku rangkuman selama 1 (satu) semester ditambah dengan
data dari alat penilaian yang lain seperti absensi, catatan anekdot
dianalisis dan disimpulkan sebagai dasar pembuatan laporan deskripsi.
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


Contoh format rangkuman penilaian perkembangan anak di Taman
Kanak-kanak (TK) dapat dilihat pada lampiran.

MODEL 1, contoh penilaian SKH

PENILAIAN
Nama Aspek
Pengembangan
Indikator Dst
Moral dan nilai-nilai
Agama, Sosial,
Emosional dan
Kemandirian
I.1.a
Berdoa sebelum
dan sesudah
melaksanakan
kegiatan
I.1.b
Menyanyikan
lagu-lagu
keagamaan yang
sederhana
I.2.a
Menyebutkan
tempat-tempat
ibadah
I.2.b
Menyebutkan
hari-hari besar
agama
Dst
Doa sblm
makan
Dst
Dian v
Ira o
Alber •
Dst
CATATAN :
1. Tuliskan kode Kompetensi Dasar dengan angka romawi dan Hasil Belajar
dengan angka dan indikator ditulis dengan kode huruf abjad,
2. Tuliskan secara lengkap setiap indikator pada setiap kolom, Tuliskan jenis
kegiatan secara singkat pada kolom kegiatan sesuai SKH.
Kode Kompetensi Dasar
Ditulis dengan huruf
romawi
Kode Hasil Belajar
ditulis dengan angka
Kode indikator, ditulis
dengan abjad
Tuliskan jenis
kegiatan yang
dilakukan
Tuliskan tanggal
dan bulan
3. Tuliskan nama anak pada kolom yang sudah disediakan sesuai nama urut
pada absensi.
4. Tulis tanggal dan bulan pada kolom yang disediakan.
5. Tuliskan kode penilaian (•
= anak yang sudah atau mampu
melakukan/menyelesaikan kegiatan/tugas tanpa bantuan guru secara
tepat,cepat dan benar, v = anak yang menunjukkan kemampuan sesuai
dengan indikator yang diharapkan dalam SKH, .= anak berlum mampu
mencapai atau melakukan/menyelesaikan kegiatan masih selalu dibantu
guru) sesuai hasil penilaian yang diperoleh anak saat KBM berlangsung.
6. Pada akhir semester nilai
anak pada setiap bidang pengembangan dapat
dirangkum dengan cara melihat sederet (menyamping) nilai yang ada. Hasil
rangkuman ini yang akan masuk pada Buku Laporan Pribadi (lampiran II,
contoh BLP).
7. Buku penilaian ini dapat langsung diisi pada saat KBM berlangsung.
8. Buku penilaian SKH merekap seluruh anak yang ada dalam satu kelas.
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


BAB IV
PELAPORAN HASIL PENILAIAN

A. Pengertian
Pelaporan merupakan kegiatan mengkomunikasikan dan menjelaskan hasil
penilaian guru tentang pertumbuhan dan perkembangan anak.

B. Bentuk Pelaporan
Berdasarkan hasil rangkuman perkembangan anak setiap penggalan tertentu,
penilaian dilaporkan dalam bentuk uraian (deskripsi) singkat dari masing-masing
bidang pengembangan di TK yaitu: (1) bidang pengembangan pembentukan
perilaku melalui pembiasaan, dan (2) bidang pengembangan kemampuan dasar.

Uraian (deskripsi) dirumuskan berdasarkan hasil pencatatan penilaian dalam
periode waktu satu semester. Hasilnya dibuat seobyektif mungkin sehingga
tidak menimbulkan penafsiran yang salah bagi orang tua/wali atau bagi yang
berkepentingan dalam bentuk Laporan Perkembangan anak di TK . Contoh
bentuk pelaporan perkembangan anak di TK dapat dilihat pada lampiran.

C. Teknik Melaporkan Hasil Penilaian
Laporan Perkembangan anak di TK dilaporkan oleh kepala/guru TK secara lisan
dan tertulis. Cara yang ditempuh dapat dilaksanakan dengan bertatap muka
serta dimungkinkan adanya hubungan dan informasi timbal balik antara pihak
TK dan orang tua/wali. Hal yang perlu diingat dalam pelaksanaan kegiatan ini
hendaknya menjaga kerahasiaan data atau informasi, artinya bahwa data atau
informasi tentang anakhanya diinformasikan dan dibicarakan dengan orang
tua/wali anak yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka bimbingan
selanjutnya.

Pada umumnya orang tua menginginkan jawaban dari pertanyaan tentang:


Keadaan anak waktu belajar di sekolah secara fisik, akademik, sosial dan
emosional.

Partisipasi anak dalam kegiatan di sekolah.

Kemampuan/kompetensi yang sudah dan belum dikuasai anak.

Yang harus dilakukan orang tua untuk membantu dan mengembangkan anak
lebih lanjut.
Untuk hal tersebut, informasi yang diberikan kepada orang tua/wali hendaknya:


Menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Menitikberatkan kekuatan dan apa yang telah dicapai anak.

Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian dan perkembanga hasil
belajar anak secara bijaksana.

Memberikan masukan tentang tingkat pencapaian anak pada seluruh
kompetensi dasar untuk membantu mengembangkan kemampuan anak lebih
lanjut.
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


Lampiran

CONTOH
LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK


Nama anak : Ani Adriana Kelompok : A
Nomor Induk : 210 Semester : 1 (satu)
Nama TK : TK KARTIKA Tahun pelajaran : 2006/2007

A. Pembiasaan
1. Moral dan Nilai-nilai Agama, sosial, Emosiaonal, dan Kemandirian
Anak sudah mampu berdoa dan mengucapkan salam dengan baik, perlu
bimbingan dalam meniru kegiatan beribadah. Anak sudah mampu
mengucapkan terima kasih dengan baik jika diberikan sesuatu, perlu
diberi bimbingan untuk tidak mengganggu teman.
B. Kemampuan Dasar
1. Berbahasa
Anak sudah dapat melakukan 2 perintah secara berurutan dengan benar,
sudah dapat bercerita secara sederhana, masih perlu bimbingan untuk
menyebutkan posisi.
2. Kognitif
Anak sudah mampu menyebutkan sebanyak-banyaknya benda, hewan,
tanaman. Sudah mampu mengenal berat-ringan, panjang pendek. Masih
perlu bimbingan dalam membilang.
3. Fisik/Motorik
Anak sudah mampu mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan, terutama
dalam kegiatan makan, menyisir rambut, mencuci tangan dan mengelap.
Menggunting sangat disukai, Masih perlu bimbingan dalam melipat
kertas.
4. Seni
Anak sudah mampu dalam mencipta bentuk bangunan dengan balok.
Senang menyanyi dan dapat mengeskpresikan diri dengan bebas sesuai
dengan irama musik.

Ketidakhadiran
Sakit …………. hari
Ijin …………. hari
Tanpa keterangan …………. hari

Diberikan di :
Tanggal :
Mengetahui
Orang tua/wali Guru

Lampiran : Contoh Model Rapor TK
(Jumlah lembar laporan perkembangan anak disesuaikan dengan
kebutuhan)

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


LAPORAN
PERKEMBANGAN ANAK DIDIK
TAMAN KANAK-KANAK


Lampiran

Nama Anak Didik
……………………………………..
Nomor Induk : ………………….

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


Lampiran

LAPORAN
PERKEMBANGAN ANAK DIDIK
TAMAN KANAK-KANAK


Nama Anak Didik : ………………………………………….
Nomor Induk : ………………………………………….
Nama TK : ………………………………………….
NSTK : ………………………………………….
Alamat TK : ………………………………………….
…………………………………………..
Kode Pos ………. Telp. ………………
Desa/Kelurahan : ………………………………………….
Kecamatan : ………………………………………….
Kabupaten/Kota : ………………………………………….
Provinsi : ………………………………………….

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA


Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


Lampiran
PETUNJUK PENGGUNAAN

1. Buku Loran Perkembangan anak didik di TK ini dipergunakan selama anak
mengikuti pendidikan di TK.
2. Buku Laporan Perkembangan anakTK diisi oleh guru.
3. Buku Laporan Perkembangan anak di TK ini dilengkapi dengan pas foto hitam
putih ukuran 3 x 4 cm.
4. Laporan Perkembangan Anak di TK diberikan secara uraian (deskripsi) yang
dikelompokkan dalam 2 (dua) bidang pengembangan dan program bina diri,
yaitu:
A. Pembiasaan
B. Kemampuan Dasar
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


Lampiran

KETERANGAN DIRI ANAK DIDIK
1. Nama Anak
a. Nama Lengkap : ………………………………………………………...
b. Nama Panggilan : ………………………………………………………...
2. Nomor Induk : ………………………………………………………...
3. Jenis Kelamin : ………………………………………………………...

4. Tempat dan Tanggal Lahir : ………………………………………………………...
5. Agama : ………………………………………………………...
6. Anak ke : ………………dari …………………………saudara
7. Status dalam keluarga : ………………………………………………………...
8. Alamat Anak Didik : ………………………………………………………...
………………………………………………………...
Telepon : ………………………………………………………...
9. Diterima di TK ini
a. Di kelompok : ………………………………………………………...
b. Pada Tanggal : ………………………………………………………...
10. Nama Orang Tua
a. Ayah : ………………………………………………………...
b. Ibu : ………………………………………………………...
11. Alamat Orang Tua : ………………………………………………………...
………………………………………………………...
Telepon : ………………………………………………………...
12. Pekerjaan Orang Tua : ………………………………………………………...
a. Ayah : ………………………………………………………...
b. Ibu : ………………………………………………………...
13. Nama Wali : ………………………………………………………...
14. Alamat Wali : ………………………………………………………...
………………………………………………………...
Telepon : ………………………………………………………...
15. Pekerjaan Wali : ………………………………………………………...
……………………………….. 20…
Kepala TK

( …………………………..)


Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK Lampiran
Nama anak : …………………….. Kelompok : ……………..
Nomor Induk : …………………….. Semester : 1 (satu)
Nama TK : …………………….. Tahun pelajaran : ………………

A. Pembiasaan
Moral dan Nilai-nilai Agama, sosial, Emosiaonal, dan Kemandirian
B. Kemampuan Dasar
1. Berbahasa
2. Kognitif
3. Fisik/Motorik
4. Seni
Ketidakhadiran
Sakit …………. hari
Ijin …………. hari
Tanpa keterangan …………. hari

Diberikan di :
Tanggal :
Mengetahui
Orang tua/wali Guru TK
(_____________________) ( _____________________)

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


CATATAN UNTUK ORANG TUA/WALI
Kelompok : …………………..

Lampiran

Semester 1

Semester 2

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


KETERANGAN PINDAH TK

Nama Anak : ……………………….

Nomor Induk: ……………………….

Diisi oleh TK Lama

Lampiran

KELUAR
Tanggal Kelas yang
ditinggalkan
Sebab keluar dan atas
permintaan (tertulis) dari
Tanda tangan Kepala TK,
Stempel dan tanda tangan
Orang Tua/Wali
…………………….
Kepala TK
(…………………...)
Orang tua/Wali
(…………………...)
…………………….
Kepala TK
(…………………...)
Orang tua/Wali
(…………………...)
………………….
Kepala TK
(…………………...)
Orang tua/Wali
(…………………...)
…………………….
Kepala TK
(…………………...)
Orang tua/Wali
(…………………...)

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


KETERANGAN PINDAH TK
Nama Anak : ………………………

Diisi oleh TK Baru

Lampiran

NO. MASUK
1. Nomor Induk : .………………………………. …………………….
2. Nama TK : ………………………………. Kepala TK
3. Alamat TK : .………………………………
……………………………….
4. Tanggal masuk : ……………………………….
5. Di kelompok : ………………………………. (…………………...)
6. Tahun Pelajaran : ……………………………….
1. Nomor Induk : ………………………………. …………………….
2. Nama TK : ………………………………. Kepala TK
3. Alamat TK : .………………………………
……………………………….
4. Tanggal masuk : ……………………………….
5. Di kelompok : ………………………………. (…………………...)
6 Tahun Pelajaran : ……………………………….
1. Nomor Induk : ………………………………. …………………….
2. Nama TK : ………………………………. Kepala TK
3. Alamat TK : ……………………………….
……………………………….
4. Tanggal masuk : ……………………………….
5. Di kelompok : ………………………………. (…………………...)
6. Tahun Pelajaran : ……………………………….
1. Nomor Induk : ………………………………. …………………….
2. Nama TK : ………………………………. Kepala TK
3. Alamat TK : ………………………………
………………………………
4. Tanggal masuk : ………………………………
5. Di kelompok : ……………………………… (…………………...)
6. Tahun Pelajaran : ………………………………

Lampiran:

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


PETUNJUK PENGISIAN
LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK
TAMAN KANAK-KANAK


Lampiran

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIRJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH LUAR BIASA
JAKARTA 2005


Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


Lampiran

PETUNJUK PENGISIAN
LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK
TAMAN KANAK-KANAK


A. Halaman Sampul
1. Nama Anak Didik : diisi nama lengkap anak didik
2. No. Induk
: diisi dengan nomor induk anak didik
B. Halaman Judul
1. Nama Anak Didik : diisi lengkap nama anak didik
2. Nomor Induk
: cukup jelas
3. Nama TK
: diisi nama TK secara lengkap
4. NSTK
: diisi nomor statistik TK
5. Alamat TK
: diisi alamat TK secara lengkap
6. Desa/Kelurahan
: cukup jelas
7. Kecamatan
: cukup jelas
8. Kabupaten/Kota
: cukup jelas
9. Provinsi
: cukup jelas
C. Halaman Keterangan Diri Anak Didik
1. Nama Anal Didik
a. Nama Lengkap
: diisi nama lengkap anaksesuai dengan data
bukti kelahiran, berupa akte kelahiran atau
surat keterangan lahir
b. Nama panggilan : diisi nama panggilan
2. Nomor Induk
: cukup jelas
3. Jenis kelamin
: cukup jelas
4. Tempat dan tanggal lahir
: diisi nama tempat dan tanggal lahir
anaksesuai dengan data bukti kelahiran.
5. Agama
: diisi agama yang dianut anak didik
6. Anak ke
: cukup jelas
7. Status dalam keluarga : cukup jelas
8. Alamat Anak Didik : cukup jelas
9. Diterima di TK ini
a. Di kelompok
: cukup jelas
b. Pada Tanggal : cukup jelas
10. Nama Orang Tua
a. Ayah
: cukup jelas
b. Ibu
: cukup jelas
11. Alamat Orang Tua : cukup jelas
12. Pekerjaan Orang Tua : cukup jelas
a. Ayah
b. Ibu
13. Nama Wali
: cukup jelas
14. Alamat Wali
: cukup jelas
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


15. Pekerjaan Wali
: cukup jelas
16. Kolom pas foto
: ditempel pas foto anak(pada saat diterima di
TK ini) hitam putih, ukuran
3 x 4 cm.

17. Kolom tanggal
: cukup jelas
18. Kolom kepala TK
: diisi nama jelas, NIP, tanda tangan kepala TK
dan stempel/cap TK.
NIP diisi di bawah nama jika kepala TK yang
bersangkutan berstatus PNS.
D. Halaman Laporan Perkembangan Anak Didik
1. Nama Anak Didik : cukup jelas
2. Kelompok
: cukup jelas
3. Tahun Pelajaran
: cukup jelas
4. Kolom Uraian
: diisi dengan uraian (deskripsi) kesimpulan
hasil penilaian setiap aspek erkembangan
anak didik.
5. Ketidakhadiran
: diisi dengan angka jumlah hari
ketidakhadiran Anaksesuai dengan
keterangan, tidak hadir karena sakit, ijin,
atau tanpa keterangan.
6. Kolom tanggal
: diisi tanggal penetapan penyerahan Laporan
Perkembangan Anak Didik
7. Kolom tanda tangan
Orang tua/wali : diisi nama jelas dan tanda tangan orang
tua/wali
Guru TK : diisi nama jelas, NIP, tanda tangan kepala TK
dan stempel/cap TK.
NIP diisi di bawah nama jika kepala TK yang
bersangkutan berstatus PNS.

Kepala TK
: diisi nama jelas, NIP, tanda tangan kepala TK
dan stempel/cap TK.
NIP diisi di bawah nama jika kepala TK yang
bersangkutan berstatus PNS.

E. Halaman Catatan untuk Orang Tua/Wali
1. Kelompok
: cukup jelas
2. Kolom uraian
: diisi oleh guru TK, bila ada hal-hal yang
penting (dorongan/saran/peringatan) dan
perlu diperhatikan orang tua/wali untuk
pembinaan tumbuh kembang anaktermasuk
prestasi yang dicapai oleh anak pada
kegiatan yang diikuti oleh anak didik.
F. Halaman Keterangan Pindah TK
1. Diisi oleh TK Lama
a. Nama Anak Didik : cukup jelas
b. Nomor Induk : cukup jelas
Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006


c. Tanggal : cukup jelas
d. Kelas yang ditinggalkan : cukup jelas
e. Sebab keluar : cukup jelas
f. Tanda tangan kepala TK, : cukup jelas
stempel TK, dan tanda
tangan orang tua/wali
2. Diisi oleh TK Baru
a. Nama Anak Didik : cukup jelas
b. Nomor Induk : cukup jelas
c. Nama Kepala TK : cukup jelas
d. Masuk TK ini : cukup jelas
a. Tanggal
b. Kelas
e. Tahun pelajaran : cukup jelas
f. Kolom Kepala TK : diisi nama jelas, NIP, tanda tangan kepala TK
dan stempel/cap TK.
NIP diisi di bawah nama jika kepala TK yang
bersangkutan berstatus PNS.

Draf Model Penilaian TK. Bahan Uji Coba.Sept 2006

MENENGOK KURIKULUM PAUD

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pengembangan dan pendidikan yang dirancang sebagai pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan anak usia dini.

LANDASAN
• UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
• PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
• Permendiknas No. 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini

Peraturan Menteri Pendidikan nasional tentang standar pendidikan anak usia dini Standar pendidikan anak usia dini meliputi pendidikan formal dan nonformal yang terdiri atas :
1. Standar tingkat pencapaian perkembangan
2. Standar pendidik dan tenaga kependidikan
3. Standar isi, proses dan penilaian
4. Standar sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan

PENGERTIAN SNP(Standar Nasional Pendidikan)
Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah NKRI

HUBUNGAN SNP DENGAN KURIKULUM
• Standar digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum
• Standar bersifat nasional, harus diikuti oleh satuan pendidikan tersebut
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

KOMPONEN KURIKULUM TK
Format Kurikulum TK dapat dikembangkan menjadi 2 dokumen yang mencakup Dokumen I dan Dokumen II

KURIKULUM TK DOKUMEN 1
BAB I . Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan Pengembangan KTSP
C. Prinsip Pengembangan KTSP
BAB II. Tujuan
A. Tujuan Pendidikan di TK
B. Visi TK
C. Misi TK
D. Tujuan TK
BAB III. Struktur dan Muatan Kurikulum
A. Struktur Kurikulum
B. Muatan Kurikulum
BAB IV. Kalender Pendidikan

KURIKULUM TK DOKUMEN II
• Program tahunan / semester
• Perencanaan mingguan
• Perencanaan harian
• Penilaian

KURIKULUM TK (Dokumen 1)

Bab I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang : Tentang dasar pemikiran penyusunan KTSP
B. Tujuan Pengembangan KTSP : Menguraikan tujuan pengembangan KTSP
C. Prinsip Pengembangan KTSP sesuai karakteristik sekolah : Minimal berisi prinsip yang terdapat dalam Panduan Penyusunan KTSP dari BSNP

BAB II. Tujuan
A. Tujuan Pendidikan di TK: Sesuai dengan rumusan tujuan pendidikan TK yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan
B. Visi TK
a. Cita-cita bersama warga sekolah pada masa datang
b. Memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah
c. Selaras dengan visi institusi di atasnya dan visi pendidikan nasional
d. Dirumuskan dengan bahasa yang mudah diingat
e. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh KS dengan memperhatikan masukan komite sekolah
f. Disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan
C. Misi TK
• Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dg tujuan pendidikan nasional
• Meruppkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu.
• Menjadi dasar program pokok sekolah
• Menekankan pd kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan
• Memuat pernyatan umum dan khusus yang berkaitan dg program sekolah
• Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah yang terlibat
• Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yg berkepentingan ter masuk komite sekolah
• Dirumuskan dengan bahasa yang mudah diingat
• Disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan
D.Tujuan TK
• Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan)
• Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dg kebutuhan masyarakat.
• Mengacu pada Standar tingkat pencapaian perkembangan yg sudah ditetapkan oleh sekolah dan Pemerintah
• Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yg berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidikan yeng dipimpin oleh Kepala Sekolah
• Disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A.Struktur Kurikulum :
1. Nilai-nilai agama dan moral
2. Fisik
• Motorik Kasar
• Motorik Halus
• Kesehatan Fisik
3. Kognitif :
• Pengetahuan umum dan sains
• Konsep bentuk warna, ukuran dan pola
• Konsep bilangan, lambang bilangan,dan huruf
4. Bahasa
• Menerima bahasa
• Mengungkapkan bahasa
• Keaksaraan
5. Sosial Emosional
6. Mulok (muatan lokal) :
• Menganyam
• Buat tempe
• Dll
7.Pengembangan diri :
• Melukis
• BTA
• Drum Band , dll

B. Muatan Kurikulum Taman Kanak-kanak
Muatan Kurikulum Taman Kanak-kanak meliputi sejumlah bidang pengembangan yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

Ruang lingkup Kurikulum TK , berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 58 Tahun 2009 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini meliputi aspek perkembangan berikut dan pengembangannya :
1. Bidang Pengembangan
a.Bidang Pengembangan Pembiasaan
b.Bidang Pengembangan Kemampuan dasar.
 Berbahasa
 Kognitif,
 Fisik/Motorik
2. Muatan Lokal
Berisi tentang: Jenis, Strategi Pemilihan dan pelaksanaan Mulok yang diselenggarakan oleh sekolah.Dalam pengembangannya mempertimbangkan hal-hal sbb: Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah.
3. Pengembangan Diri
Bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik, dan kondisi sekolah.
Dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan:
-Bimbingan konseling, (kehidupan pribadi, sosial, kesulitan belajar, karir ), dan atau
- Ekstra kurikuler, Pengembangan kreativitas, kepribadian siswa.
4. Pengaturan Beban Belajar
Berisi tentang jumlah beban belajar per Bidang Pengembangan, per minggu per semester dan per Tahun Pelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sesuai dengan alokasi waktu yang tercantum dalam Struktur Kurikulum.
Sekolah dapat mengatur alokasi waktu untuk setiap bidang pengembangan pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran sesuai dengan Kebutuhan, tetapi jumlah Beban belajar per tahun secara keseluruhan tetap
5. Pengelompokan Anak didik:
Kriteria pengelompokan disesuaikan dengan usia perkembangan anak didik
 4 - 5 th kelompok A
 5 – 6 th kelompok B
6. Perpindahan Kelompok
Perpindahan kelompok dilaksanakan pada setiap akhir tahun pembelajaran, apabila anak sudah cukup umur . (A ke B, B ke SD )
7. Pendidikan Kecakapan hidup
Merupakan kompetensi yang berisi pendi-dikan kecakapan hidup yang diintegrasi-kan ke bidang pengembangan yang ada(Mis:mandi sendiri,makan sendiri, gosok gigi sendiri, BAB sendiri, pakai sepatu sendiri dll)
8. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global
Merupakan kompetensi yang merupakan keunggulan lokal dan daya saing global (yang materinya tidak bisa masuk ke bidang pengembangan yang ada )Mis: Bahasa Inggris, Bahasa arab, komputer dll.

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di TK diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
Alokasi Waktu
1. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
2. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan
3. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, di tambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
4. Waktu libur adalah waktu yang ditetapakan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libir akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari, dan hari libur khusus. libur umum termasuk hari – hari besar nasional

Source: hand out by Dra. Sri Karyani, M.Pd, disampaikan dalam acara Penataran Kurikulum Taman Kanak-Kanak di Demak.

0 Komentar:

Poskan Komentar


MODEL PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK

pembelajaran merupakan suatu rancangan untuk menggambarkan rincian dan penciptaan lingkungan yang menjadikan anak untuk berinteraksi dalam pembelajaran sehingga terjadi perubahan / perkembangan pada diri anak. Komponen model pembelajaran meliputi konsep, tujuan pembelajaran, materi / tema, langkah-langkah metode, alat/sumber belajar dan teknik evaluasi.

Dasar penyusunan model pembelajaran di tk yakni silabus yang dikembangkan menjadi : program semester, satuan kegiatan mingguan, satuan kegiatan harian. Oleh karena itu model pembelajaran merupakan gambaran konkrit yang dilakukan pendidik dan peserta didik sesuai skh yang telah dibuat.

Beberapa model pembelajaran yang dilaksanakan di taman kanak-kanak :
1. Model pembelajaran klasikal
2. Model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman
3. Model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut
4. Model pembelajaran area
5. Model pembelajaran berdasarkan sentra

Langkah-langkah model pembelajaran meliputi :kegiatan awal / pendahuluan, kegiatan inti, istirahat, dan kegiatan akhir.
1. Kegiatan Awal
Yang dimaksud kegiatan awal adalah untuk memfokuskan perhatian, membangkitkan motivasi agar peserta didik siap mengikuti kegiatan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Merupakan proses untuk mencapai standar perkembangan secara interatif, inspiratif, menyenang kan, menantang dan partisipatif, dan dilakukan melalui proses eksplorasi, eksperimen, elaborasi dan konfirmasi
3. Kegiatan akhir :
Kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktifitas pembelajaran berupa : menyimpulkan, sebagai umpan balik, sebagai tindak lanjut

Model Pembelajaran Klasikal
Adalah suatu pembelajaran dimana dalam waktu yang sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas. Pembelajaran ini merupakan model yang paling awal digunakan di TK. Sarana pembelajaran terbatas dan kurang memperhatikan minat anak secara individu Model Pembelajaran Berdasarkan Kelompok dengan Kegiatan Pengamanan Dalam pembelajaran ini anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda. dalam satu pertemuan anak harus menyelesaikan 2 – 3 kegiatan dan secara bergantian. Bila ada anak yang sudah menyelesaikan tugas lebih cepat, maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain di kelompok yang tersedia tempat. Kalau tidak ada tempat anak dapat bermain di kegiatan pengaman. Kegiatan pengaman disediakan alat-alat yang bervariasi, sering diganti sesuai dengan tema / sub tema Model pembelajaran berdasarkan sudut, Langkah-langkah pembelajaran hampir sama dengan model area, hanya sudut-sudut kegiatan merupakan pusat kegiatan. Alat-alat kegiatan yang disediakan lebih bervariasi, sering diganti sesuai dengan tema dan sub tema Model pembelajaran berdasarkan area Model pembelajaran ini lebih memberikan kesempatan kepada anak dalam memilih / menentukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Pembelajaran ini untuk memenuhi kebutuhan anak dan menghormati keberagaman budaya serta menekankan pada pengalaman belajar bagi setiap anak

Model pembelajaran berdasarkan sentra
Adalah pendidikan pembelajaran dalam proses pembelajaran dilakukan di dalam lingkaran dan sentra bermain. Guru bersama anak duduk dengan posisi melingkar dan saat dalam lingkaran, guru memberikan pijakan pada anak sebelum dan sesudah bermain Sentra bermain merupakan area / zona bermain anak yang di lengkapi alat bermain, berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang. Dalam membuka sentra setiap hari disesuaikan dengan jumlah kelompok setiap TK. Pembelajaran sentra dilakukan secara tuntas mulai awal kegiatan sampai akhir dan fokus pada satu kelompok usia TK dalam satu kegiatan di satu sentra kegiatan Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis bermain : bermain sensori motor / fungsional , bermain peran , bermain konstruktif ( membangun pemikiran anak ).
Bermain sensorimotor adalah permainan menangkap rangsangan melalui penginderaan dan menghasilkan gerakan sebagai reaksi. Anak belajar melalui pancaindera dan hubungan fisik dengan lingkungan mereka. Misal : menakar air, meremas kertas bekas, menggunting, dan lain-lain.
Bermain peran :bermain peran makro (besar), bermain peran mikro (kecil), bermain simbolik, pura-pura, fantasi, imajinasi (bermain drama), bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yang telah dimiliki
Bermain konstruktif : menunjukkan pemikiran, ide dan gagasan menjadi karya nyata. Bermain konstruktif sifat cair (air, pasir, spidol dan lain-lain)
Bermain konstruktif (balok-balok, lego, dan lain-lain)

Model pembelajaran berdasarkan sentra
Sentra bermain terdiri dari :
a.Sentra bahan alam dan sains. Bahan-bahan yang diperlukan disentra ini adalah daun, ranting, kayu, pasir, air, batu, biji-bijian, dan lain-lain. Alat yang digunkan diantaranya sekop, corong, ember, dan lain-laian
b.Sentra balok. Sentra balok berisi berbagai macam balok dalam berbagai bentuk, ukuran, warna, dan tektur. Disini anak belajar banyak hal dengan cara menyusun / menggunakan balok, mengembangkan kemampuan logika matematika / berhitung permulaan, kemampuan berpikir dan memecahkan masalah
c.Sentra seni. Bahan-bahan yang diperlukan diarea ini adalah kertas, cat air, krayon, spidol, gunting, kapur, tanah liat, pasir, lilin, kain, daun, potongan-potongan bahan / gambar, sentra seni memfasilitasi anak untuk memperluas pengalaman dalam mewujudkan ide, gagasan dan pengalaman yang dimiliki anak ke dalam karya nyata (hasil karya) melalui metode proyek.
d. Sentra bermain peran.
Sentra bermain peran terdiri dari, sentra bermain peran makro dapat menggunakan anak sebagai model. Sentra bermain peran mikro misalnya, menggunakan boneka maket meja kursi, rumah-rumahan dan sebagainya. Sentra bermain peran merupakan wujud dari kehidupan nyata yang dimainkan anak, membantu anak memahami dunia mereka dengan memainkan berbagai macam peran. Pemilihan berbagai benda untuk bermain peran tergantung dari minat anak pada saat itu, misal, tema “keluarga” dengan alat-alat yang dibutuhkan peralatan dapur dan lain-lain.
e. sentra persiapan.
Bahan yang ada pada sentra ini adalah, buku-buku, kartu kata, kartu huruf, kartu angka dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak, bercakap-cakap dan persiapan menulis, berhitung. Kegiatan yang dilaksanakan adalah persiapan membaca permulaan, menulis permulaan serta berhitung permulaan mendorong kemampuan intelektual anak, gerakan otot halus, kordinasi mata tangan, belajar ketrampilan sosial (berbagi, bernegosiasi dan memecahkan masalah).
f. sentra agama.
Bahan-bahan yang disiapkan adalah maket tempat ibadah, perlengkapan ibadah, gambar-gambar, buku-buku cerita keagamaan dan sebagainya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah menanamkan nilai-nilai kehidupan beragama, keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Agama merupakan suatu konsep yang abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkrit bagi anak
g. sentra musik. Bahan yang dibutuhkan pada sentra musik, misalnya : botol beling/kaca, tempurung kelapa, rebana, tutup botol, triangle dan lain-lain. Sentra musik memfasilitasi anak untuk memperluas pengalamannya dalam menggunakan gagasan mereka melalui olah tubuh, bermain musik dan lagu yang dapat memperluas pengalaman, pengetahuan anak tentang irama, berirama (ketukan) dan mengenal berbagai bunyi-bunyian dengan mengguna kan alat-alat musik yang mendukung misalnya ; pianika, piano, rebana dll.

0 Komentar:

Poskan Komentar


PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI ALAT PERAGA PENDIDIKAN

Di sekitar kita banyak sekali terdapat barang-barang bekas yang tidak terpakai. Namun barang itu masih dapat kita gunakan lagi, diantaranya kita ubah fungsi barang bekas itu sebagai alat peraga/media pembelajaran.

Barang apa saja yang dapat kita manfaatkan? Yuk sama-sama kita cari.
1. Kardus bekas susu  
Dapat kita ubah menjadi kartu suku kata. Caranya kita potong-potong kardus bekas susu tersebut kemudian kita tulisi dengan kata atau juga suku kata. Tulislah dengan krayon warna-warni sehingga menarik. Dapat pula ditambahkan dengan gambar.
Pembelajarannya:
a. Kartu kata: mencari padanan kata yang sama, mengelompokkan kata-kata yang sejenis.
b. Kartu suku kata: mengelompokkan suku kata awal atau akhir yang sama.

2. Kardus bekas Mi Instan



Dapat digunakan untuk mengenalkan konsep kasar halus pada anak. Caranya potonglah kardus mi instan, bentuklah seperti boneka, bagilah menjadi beberapa bagian. Sobek bagian kardus yang halus sehingga nampak bagian yang kasar. Namun jangan di robek semua. Sisakan juga bagian yang halus.
Pembelajarannya: anak dapat meraba permukaan kardus tadi dan mengenal konsep kasar-halus.

3. Sedotan plastik
Dapat kita gunakan sebagai alat untuk membuat lukisan tiup. Teteskan tinta/pewarna pada kertas gambar kemudian tiup dengan sedotan. Maka akan terbentuk lukisan abstrak yang cantik. Sedotan dapat pula digunakan sebagai media menganyam.

4. Gelas bekas minuman seperti ale-ale atau semacamnya.
Anak-anak biasanya gemar mengkonsumsi minuman seperti ale-ale dan sejenisnya. Bekal gelasnya dapat kita gunakan untuk:  


a. Tirai penghias jendela: potong gelas bekas minuman ale-ale sehingga terbentuk lembaran. Sisakan ring bagian atas dan bawahnya. Lembaran tadi kita lipat menjadi dua, satukan dengan staples kemudian gambari dengan bentuk yang kita suka. Misalnya ikan, bunga atau buah-buahan. Bisa juga alpabet. Lubangi dengan evaporator, kemudian rangkai dengan benang. Rangkaian tersebut dapat digunakan untuk menghias jendela.


b. Ring bekas gelas bagian atas dapat kita gunakan dalam permainan fisik motorik kasar yang dipadu dengan berhitung. Sebelumnya rapikan dulu ring yang telah kita gunting. Kemudian siapkan tiang kecil dari kayu atau bambu. Usahakan tiang dapat berdiri. Berilah angka pada tiang tersebut.
Pembelajarannya: suruh anak menghitung ring bekas gelas dengan melemparkannya pada tiang pancang yang telah disiapkan.



c. Bagian bawahan gelas yang telah di potong kita tulisi dengan huruf atau angka. Tulislah dengan spidol permanen agar tulisannya tidak hilang.
Pembelajarannya: dapat digunakan untuk membuat kata-kata dengan menyusun huruf demi huruf.

d. Di buat berbagai macam permainan seperti teropong, telpon-telponan, dan lain-lain.



5. Kalender atau majalah bekas.
Dapat digunakan untuk meronce. Caranya potong-potong kertas majalah atau kalender dengan bentuk segitiga misalnya dengan ukuran 3 cm dengan tinggi 10 cm. ukuran bisa sesuai selera. Gulung kertas guntingan dengan alas segitiga terlebih dahulu. Kemudian lem bagian atasnya. Dalam membuat gulungan sisakan lubang untuk tempat memasukkan benang.

6. Botol bekas sampoo atau minyak angin atau minyak wangi.
Dapat kita dandani untuk dibentuk sebagai boneka. Botol-botol ini dapat digunakan untuk mengenalkan berbagai aroma/macam-macam bau kepada anak.

7. Kulit kerang
Cat dengan warna-wari menarik atau dapat juga dibiarkan tetap alami. Kulit kerang dapat digunakan untuk mengelompokkan benda-benda berdasarkan ukuran, warna , menyortir ataupun berhitung.

8. Biji-bijian
Tempatkan biji-bijian ini pada suatu kantong kain. Anakdapat melemparkan biji-bijian ini seperti melempar dan menangkap bola. Selain itu biji-bijian yang dicampur dapat digunakan untuk pembelajaran tentang klasifikasi/menyortir. Suruh anak menyortir biji-bijian berdasarkan bentuknya. Anak senang sekali melakukannya. Dapat juga dimasukkan ke dalam botol bekas aqua, lalu goyangkan. jadilah dia marakas. anak-anak senang bernyanyi dengan iringan marakas buatan sendiri.

9. Sisir dan sikat bekas
Dapat digunakan untuk melukis dengan cara memercik. Siapkan pewarna cair. Ambil suatu bentuk yang unik, misal daun ketela, daun waru atau dapat juga kertas yang telah digunting sebagai model. Letakkan bentuk tadi pada kertas gambar kemudian ambillah sisir bekas. Letakkan di atas gambar. Ambil peawrna dengan sikat bekas kemudian sikatkan pada sisir. Maka tinta akan memercik pada buku gambar. Angkatlah obyek yang diletakkan pada buku gambar. Akan tampak pola yang indah.

10. Piring ucapan selamat makan dari kertas
Gambari dengan karakter orang, misalnya gambar wajah ayah, ibu dan anak. Pasangi belakang piring dengan stik es krim yang direkatkan dengan selotip. Jadilah wajah. Alat ini dapat digunakan untuk bermain sandiwara ataupun penunjang dalam bercerita.

11. Kaos kaki bekas
Bentuk seperti boneka. Kaos kaki bekas dapat digunakan sebagai alat peraga saat guru bercerita.

12. Tutup botol.


Dapat dibuat menjadi alat musik kecrek. Anak-anak senang sekali bermain dengan alat musik ini.

Dan masih banyak lagi bahan limbah yang bisa di sulap menjadi alat peraga pembelajaran. Tergantung kreativitas dan kreasi guru. Selamat mencoba danberkreasi. 

2 Komentar:


Wahyu mengatakan...
Itu barangnya kok lucu dan bagus2. dari bekas apa saja ya, bu?
Wahyuti mengatakan...
kardus mi, gelas ale-ale, gelas aqua, tutup botol, macam-macamlah. trim sudah berkunjung.

Poskan Komentar


ANAK TK DIBERI PR?? SUNGGUH TERLALU!

Mengikuti perbincangan para ibu di facebook, ada fenomena yang sedang terjadi. Yakni diberikannya PR kepada anak-anak mereka yang masih berstatus balita karena baru duduk di TK Kelompok A. banyak para ibu terperangah dan mengeluhkan hal ini. Karena ternyata anak-anak itu kesulitan dengan PR yang mereka hadapi. Anak TK diberi PR?? Sungguh terlalu!!

Sudah jelas-jelas kurikulum tidak memperkenankan anak TK diberi PR. Kok masih dilakukan juga. Terlalu! Terlalu!

Sebagai seorang ibu dan juga pendidik, saya merasa pemberian tugas rumah terhadap anak-anak balita ini sungguh disayangkan. Mengutip ucapan ibu ketua IGTKI Jawa Tengah. Kalau kian hari anak-anak ini kian merasa strees dan kehilangan keceriaan karena hari-harinya terbebani oleh PR dan hanya PR yang ada dalam pikiran mereka.

Sepertinya telah terjadi salah persepsi tentang penerapan kebijakan pendidikan di Indonesia. Lalu mengapa terjadi demikian. Ini semua salah siapa? Institusi yang menuruti selera pasar? Ataukah tuntutan dari para orang tua yang menginginkan putra-putri mereka sudah mahir membaca dan menulis begitu keluar dari TK? Padahal notabene pembelajaran calistung dilarang keras diberikan di TK karena dapat merusak anak. Pemberian calistung di TK dinilai tidak sesuai dengan tahapan berpikir anak yang masih berada dalam tahap operasional konkret. Di mana anak masih membutuhkan obyek yang jelas untuk dapat memahami hal-hal di sekitarnya. Termasuk juga calistung ini.

Sebenarnya pengenalan calistung boleh saja dilakukan asal sesuai dengan tahapan berpikir anak yang masih konkret. Dalam berhitung anak-anak masih membutuhkan benda konkret untuk dihitung. Bukan sekedar lambang bilangan. Itu akan membingungkan anak. Sedangkan untuk pengenalan membaca lebih ditekankan pada bentuk-bentuk huruf. Dan bukan merangkai huruf menjadi kata-kata. Itpun hanya bisa diberikan pada anak-anak di kelompok B. Sedang untuk TK kelompok A, program bermain masih jadi prioritas utama.

Namun teman saya di facebook ini mengeluhkan karena anaknya yang masih duduk di TK Kelompok A diberi PR untuk menuliskan nama-nama benda berdasarkan gambar. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa saat itu anak sudah lancar menulis dan merangkai huruf. Benar demikian? Mereka mengeluhkan juga tentang jam belajar yang sangat panjang bagi para balita ini. Di TK plus yang menjanjikan anak lulus sudah mahir calistung, jam belajar anak sampai jam 2 siang. Coba bayangkan bagaimana lelahnya para balita ini menghadapi jam pelajaran yang sangat panjang itu. Sedang rentang konsentrasi mereka sangat pendek.

Pendidikan itu harusnya bisa memfasilitasi anak agar mereka dapat tumbuh dengan optimal sesuai dengan tahap perkembangannya. Bukan hanya menuruti ambis kita sebagai orang tua. Memang betul jaman telah berubah. Era globalisasi mengepung kita. Tapi dari dulu tahapan perkembangan anak kan lewatnay itu-itu juga. Mulai dari bayi, belajar duduk berjalan, semua itu sudah ada ritmenya sendiri. Tidak bisa anak yang belum siap untuk berjalan dipaksa berjalan bukan? Bagaimanapun canggihnya metode yang dipakai.

Sebagai orang tua marilah sedikit bijaksana dengan memilihkan sekolah yang baik untuk anak-anak. Sekolah yang dapat memfasilitasi perkembangan mereka. Bukannya sekolah yang justru membuat mereka stress. Janganlah panik melihat anak tetangga usia empat tahun sudah mahir membaca koran. Anak-anak seperti ini memang menonjol pada kelas-kelas awal di SD. Tapi setelah mereka menginjak kelas empat, hampir tak ada bedanya.

Lalu harus bagaimana? Agaknya perlu penertiban yang serius perihal kurikulum ini. Hendaknya antara kurikulum TK dan kurikulum SD perlu disingkronkan. Jangan hanya melarang TK belajar calistung tapi pembelajaran SD kelas satu langsung demikian berat. Apalagi kalau masuk SD harus pakai tes segala, wah, kasihan anak-anak itu, ya. Semoga ada perubahan ke arah yang lebih baik.

4 Komentar:


Anonim mengatakan...
ibarat anak belum waktunya jalan dilatih jalan supaya 'hore anakku bisa jalan'. Udah gede sedikit lho kakinya kok 'O' alias bengkok. wah jadi pemain bola dong. pemain bola kalo di Indonesia beratem melulu uangnya dikit.
Wahyuti mengatakan...
Terima kasih untuk apresiasinya, Dunia pendidikan kita memang sungguh memprihatinkan. banyak ketimpangan.
Desri mengatakan...
saya sebagai guru TK juga bingung bunda ilmu yang saya dapatkan tidak sejalan dengan aplikasi dilapangan terus terang, saya harus menekan hati saat diwajibkan leh pihak yayasan memberi PR kepada anak-anak itu. artikel bunda cukup "menampar" saya apa perlu saya bikin tk sendiri yaa?...hehehe.. jadi curcol nih bund...
Wahyuti mengatakan...
kebingungan seperti itu memang melanda kita semua selaku praktisi di lapangan. Di satu sisi kita ingin menerapkan kurikulum sebagaimana adanya. tapi di sisi lain kita juga dihadapkan pada berbagai keadaan yang tidak menguntungkan. yah, usahakan saja anak-anak tidak merasa tertekan dengan pembelajaran yang kita sampaikan. Terima kasih atas apresiasinya. dan senang telah berkunjung.

Poskan Komentar